Dampak Kabut Asap Karhutla di Parepare, Sekolah Diliburkan 2 Hari dan Dialihkan ke PJJ

kabut asap

Utarakannews.com, Parepare – Kabut asap tebal akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Parepare, Sulawesi Selatan, beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu penurunan kualitas udara secara signifikan hingga masuk dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Kota Parepare hari ini menyentuh angka 129. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) melonjak tajam melewati ambang batas aman harian direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan catatan berkisar antara 87,4 µg/m³ hingga melebihi 150 µg/m³.

Dampak kabut asap ini juga menyebabkan jarak pandang menyempit drastis. Area pesisir Parepare kini makin tertutup kabut tebal hingga wilayah Tanjung Lero, Pinrang, tidak lagi terlihat jelas. Dari pantauan, kabut asap mulai merambat ke sejumlah ruas jalan yang dapat memicu kesehatan bagi pengendara.

Menyikapi ancaman kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka. Pemerintah daerah kini mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, TK, SD, hingga SMP mulai 15 hingga 16 Oktober 2026.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi melindungi keselamatan dan kesehatan para siswa dari paparan polusi udara yang kian memburuk.

“Dalam kondisi seperti ini, bahaya juga bagi anak-anak kita. Karena kita tahu bersama bahwa kondisi udara kita ini sudah buruk ya, buruk,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Selain meliburkan aktivitas sekolah secara fisik, Pemkot Parepare juga menindaklanjuti arahan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait penanganan dampak buruk kualitas udara.

“Sebenarnya sudah ada surat edaran dari Gubernur (Sulsel), poin-poinnya normatif, bagaimana supaya masker dan sebagainya. Dan alhamdulillah kami sebelumnya kemarin itu sudah melakukan pembagian masker, memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Guna memitigasi bertambahnya kasus ISPA, Pemkot Parepare telah menggelar koordinasi tingkat tinggi bersama jajaran fasilitas kesehatan daerah.

“Tadi baru saja kita rapat lagi dengan dua direktur rumah sakit, kemudian Dinas Kesehatan, dan seluruh Kepala Puskesmas (Kapus). Insyaallah jam 8 besok masif untuk mensosialisasikan lagi, bagi-bagi masker sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk pakai masker,” pungkasnya.

Tasming Hamid mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu mengonsumsi air putih yang cukup, serta wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari penyakit saluran pernapasan (ISPA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *