Utarakannews.com, Jakarta – CEO Meta Mark Zuckerberg nampaknya tidak main-main dalam memenangkan perang kecerdasan buatan (AI). Demi ambisi tersebut, sang pendiri Facebook sampai rela meninggalkan meja kerja mewahnya dan pindah ke laboratorium riset.
Informasi ini dibocorkan langsung oleh Presiden Meta, Dina Powell McCormick. Ia menyebut Zuckerberg kini berkantor secara permanen di lab AI Meta agar bisa ikut menulis kode (coding) bersama para periset.
“Mark benar-benar telah memindahkan mejanya. Dia sekarang duduk di lab AI bersama Alex Wang dan Nat Friedman, dan dia menulis program sepanjang hari,” ungkap McCormick dalam acara Semafor World Economy Summit di Washington, D.C., dikutip dari Business Insider, Senin (20/4/2026).
Di tengah kesibukannya memimpin Meta, Zuckerberg dilaporkan mengalokasikan waktu sekitar 5 hingga 10 jam per minggu khusus untuk berkutat dengan baris kode. Ia duduk berdampingan dengan tokoh kunci seperti Kepala AI Meta Alexandr Wang dan mantan CEO GitHub Nat Friedman.
Langkah ini terbilang unik, mengingat banyak pakar menyebut kemampuan coding manual akan mulai usang digantikan oleh AI. Namun, Zuckerberg justru memilih kembali menjadi programmer.
Bikin Karyawan Canggung?
Kehadiran “Sang Bos Besar” di ruang teknis tentu membawa atmosfer berbeda. McCormick sempat berseloroh mengenai perasaan para periset yang tiba-tiba harus bekerja diawasi langsung oleh Zuckerberg.
“Di satu sisi, mereka mungkin merasa, ‘Oh luar biasa, ada tambahan masukan lagi dari Anda, Mark, saat Anda ikut coding’,” seloroh McCormick.
Meski terkesan seperti micromanagement, McCormick menegaskan langkah ini adalah komitmen personal Zuckerberg. Ia ingin memahami betul hambatan teknis demi menciptakan model AI yang paling canggih di dunia.
Investasi Rp 255 Triliun
Manuver Zuckerberg ini merupakan sinyal perang bagi rival seperti OpenAI, Google, hingga Anthropic. Meta yang sebelumnya dianggap telat start kini mulai tancap gas dengan membentuk divisi Superintelligence Labs.
Tak tanggung-tanggung, Meta merogoh kocek hingga US$ 15 miliar atau setara Rp 255 triliun (asumsi kurs Rp 17.000/US$) untuk disuntikkan ke startup infrastruktur AI, Scale AI.
Investasi fantastis ini juga menjadi pintu masuk bagi Alexandr Wang, pendiri Scale AI, untuk memimpin divisi baru tersebut bersama Nat Friedman. Dengan terjun langsung ke “dapur” inovasi, Zuckerberg berharap Meta bisa segera mengkudeta takhta raja AI di Silicon Valley.
