Utarakannews.com, Jakarta – Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Kenaikan ini dipicu oleh perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkatkan harapan pasar akan meredanya konflik geopolitik.
Berdasarkan data Trading Economics, harga emas naik 0,9 persen ke level 4.833,04 dollar AS per ons. Meski secara bulanan masih tercatat turun 3,47 persen, namun secara tahunan harga sang logam mulia ini sudah melonjak tajam hingga 45,31 persen.
Optimisme pasar muncul seiring kabar bahwa AS dan Iran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua pekan. Langkah ini dilakukan guna membuka ruang negosiasi lanjutan setelah perundingan di Pakistan akhir pekan lalu belum menghasilkan keputusan konkret.
Presiden AS Donald Trump pun mulai meredam kekhawatiran pelaku pasar terkait eskalasi konflik. Ia menyebut perang yang telah berlangsung hampir tujuh pekan tersebut mulai menemui titik terang.
“Perang ini mendekati akhir,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox Business, dikutip Kamis (16/4/2026).
Meski harga emas naik, para analis mengingatkan bahwa tekanan belum sepenuhnya hilang. Fokus pasar kini mulai bergeser pada kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang diprediksi tetap tinggi dalam waktu lama.
Head of Commodities Research Global Standard Chartered Plc, Suki Cooper, menilai posisi emas saat ini masih dibayangi risiko likuiditas. Investor disebut masih cenderung melepas kepemilikan aset untuk menutup kerugian di sektor lain.
“Dengan gencatan senjata yang masih rapuh dan pergeseran fokus ke imbal hasil riil, emas belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Kebutuhan likuiditas juga bisa terus menekan harga,” kata Suki Cooper dalam risetnya.
Selain emas, mayoritas logam lainnya juga kompak menguat. Harga perak terpantau naik 2,24 persen ke level 80,729 dollar AS, disusul platinum yang naik 1,22 persen ke level 2.156,50 dollar AS. Sementara tembaga menguat 0,57 persen ke level 6,1064 dollar AS. Di sisi lain, harga baja justru melemah tipis 0,03 persen ke level 3.093,00 dollar AS.
Tanda-tanda pemulihan minat investor mulai terlihat dari data exchange-traded funds (ETF) berbasis emas. Setelah sempat mengalami arus keluar (outflow) sebesar 94 ton pada Maret lalu, sepanjang bulan ini ETF emas mencatat tambahan masuk (inflow) sekitar 25 ton.
