Utarakannews.com, Parepare – Dunia sepak bola nasional kini tak lagi sebatas aksi 22 pemain di lapangan hijau. Di balik riuh tepuk tangan penonton dan sengitnya pertandingan, terdapat ekosistem industri bernilai triliunan rupiah yang menyimpan potensi karier cerah bagi generasi muda.
Guna membedah peluang tersebut, puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kota Parepare, Sulawesi Selatan, antusias mengikuti kegiatan iLeague Goes to Campus yang berlangsung di Aula Kampus Umpar.
Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni, mengungkapkan bahwa program ini menyasar 18 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi basis klub-klub kasta tertinggi Liga 1. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, Umpar Parepare terpilih menjadi panggung utama.
“Kami ingin menjelaskan kepada mahasiswa bahwa di balik sepak bola, ada industri berskala global. Berdasarkan riset BRI Research Institute tahun 2024, perputaran uang di industri sepak bola nasional mencapai angka fantastis, yakni Rp 10,4 triliun,” katanya, Kamis (22/10/2026).
Angka triliunan rupiah tersebut bukan sekadar statistik, melainkan simbol hadirnya ladang karier yang sangat luas bagi lulusan perguruan tinggi. Hanif menambahkan, ruang berkarya bagi sarjana terbuka lebar di berbagai lini, mulai dari mengelola branding, komunikasi publik, dan reputasi klub, menyajikan narasi dan informasi menarik bagi publik, dan membaca statistik pertandingan dan performa pemain secara akurat.
“Banyaknya profesi inilah yang mencoba kami perkenalkan kepada teman-teman mahasiswa. Sepak bola adalah tempat bagi siapa saja yang ingin berkarya,” jelasnya.
Sambutan hangat dan penuh apresiasi datang dari pihak akademisi. Direktur Pascasarjana Umpar, Nasrul, menilai materi yang dibawakan iLeague sangat krusial dalam membuka cakrawala pemikiran para mahasiswa.
“Mahasiswa kini tersadar bahwa di balik lapangan sepak bola, bukan hanya ada pemain dan pelatih, tetapi ada ‘tangan-tangan dingin’ lain yang menggerakkannya. Ini memberi ruang nyata bagi mahasiswa untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.
Dia mengemukakan, mahasiswa dapat mengambil peran strategis melalui media publikasi hingga pengembangan komunitas untuk merebranding Kota Parepare sekaligus mendukung kemajuan kompetisi Liga 1.
Inspirasi yang ditanamkan tak berhenti sebatas wacana. Kolaborasi ini langsung membuahkan peluang nyata bagi para mahasiswa Umpar untuk terlibat langsung dalam ekosistem klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar.
“Alhamdulillah, pikiran mahasiswa sudah terbuka bahwa mereka bukan lagi sekadar penonton di tribun, tapi bisa ambil bagian di dalamnya. Pihak PSM telah memberikan ruang kerja sama untuk melibatkan mahasiswa secara langsung dalam setiap event maupun kegiatan official PSM yang dilaksanakan di Kota Parepare,” pungkasnya.
