Utarakannews.com, Majene – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (FEB UM) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar roadshow sosialisasi program Gerakan Satu Masjid Satu Sarjana (GSMS).
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Irfan, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (2/8/2026).
Program ini disambut hangat oleh pengurus masjid setempat. Mereka bahkan langsung merekomendasikan satu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Ketua Dekan FEB Umpar, Irwan Idrus, mengatakan program GSMS dihadirkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi berbasis pemberdayaan umat.
“Melalui program GSMS, kami ingin memastikan masjid tidak hanya jadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peningkatan kualitas SDM,” ujar Irwan, Ahad (2/8/2026).
Irwan menjelaskan, GSMS merupakan inovasi FEB Umpar untuk membantu pemuda berprestasi dari keluarga kurang mampu agar bisa mengenyam kuliah.
Sistem pembiayaannya menggunakan skema kolaboratif. Dana pendidikan dihimpun lewat gotong royong jamaah masjid yang menjadi orang tua asuh.
Dalam sosialisasi itu, pengurus Masjid Nurul Irfan menyodorkan nama Rifki sebagai penerima manfaat pertama dari masjid mereka.
Rifki merupakan lulusan SMK jurusan Manajemen Pemasaran yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Pengurus masjid menyambut baik dan langsung merekomendasikan Rifki untuk lanjut kuliah,” tutur Irwan.
Meski siap menggalang dana orang tua asuh dari jamaah, pengurus masjid meminta adanya keringanan atau diskon biaya pendidikan dari pihak kampus.
Menanggapi permintaan tersebut, Irwan menyambut positif dan berjanji akan mengkaji skema penyesuaian biaya tersebut.
“Inisiatif pengurus masjid sangat luar biasa. Permohonan diskon biaya pendidikan akan kami kaji agar ada kebijakan khusus bagi peserta program GSMS,” pungkasnya.
