Utarakannews.com, Luwu – Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Muhandas Ulimen, menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kesamaan pandangan dalam mendukung investasi yang masuk ke Kabupaten Luwu. Menurutnya, investasi yang sedang berjalan saat ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendorong pembangunan jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhandas Ulimen dalam kegiatan Penguatan FORDES MATAPPA dan peluncuran Program Jaga Desa yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Jumat (5/6/2026).
Muhandas mengatakan, keberadaan investasi PT Masmindo Dwi Area harus dilihat sebagai peluang bersama. Apalagi dalam waktu mendatang perusahaan akan memasuki tahapan produksi yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap desa-desa sekitar maupun Kabupaten Luwu secara keseluruhan.
“Saya berharap dengan adanya pertemuan kita hari ini, bahwa ada investasi yang sedang berjalan, akan ada produksi yang akan berjalan untuk keuntungan bersama, untuk pemasukan desa dan daerah Luwu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini menjadi alasan kuat mengapa seluruh pihak perlu berpikir lebih jauh tentang masa depan pembangunan Kabupaten Luwu. Ia mengungkapkan bahwa anggaran daerah mengalami pengurangan yang cukup besar sehingga dibutuhkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menopang pembangunan.
“Saat ini APBD Kabupaten Luwu dipotong Rp200 miliar. Jadi bapak ibu bisa berpikir, dari mana kita mau cari duit untuk membangun Luwu, dari mana kita mau mendapatkan keuntungan kalau kita belum paham dan belum bisa mensukseskan produksi-produksi yang akan dilakukan oleh PT Masmindo Dwi Area,” tegasnya.
Muhandas juga menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki komitmen untuk mengawal aspek hukum dan kepastian berusaha. Menurutnya, jika berbicara mengenai keamanan dan stabilitas masyarakat, hal tersebut menjadi ranah aparat kepolisian. Namun jika menyangkut kepastian hukum, landasan operasional, dan pengawalan investasi sesuai aturan, maka Kejaksaan siap menjalankan perannya.
“Kalau bicara hukum, bicara landasan operasional, bicara pengawalan, itu kita,” katanya.
Lebih lanjut, Muhandas mengingatkan bahwa masyarakat, pemerintah, dan perusahaan sesungguhnya memiliki kepentingan yang sama. Keberhasilan investasi akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, terbukanya peluang usaha, bertambahnya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Yang penting bagi kami adalah masyarakat desa, setiap warga Luwu memahami bahwa kita punya kepentingan yang sama. Kalau Masmindo berhasil, Kabupaten Luwu mendapatkan pemasukan yang luar biasa, dan masyarakatnya juga bisa berkreasi. Tapi kalau kita sama-sama keras-kerasan ya tidak dapat apa-apa, saya pastikan tidak dapat apa-apa,” ujarnya.
Muhandas bahkan mengingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan tidak akan membawa manfaat bagi siapa pun. Menurutnya, masyarakat justru akan kehilangan peluang untuk meningkatkan taraf hidup, membangun usaha, memperbaiki ekonomi keluarga, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
“Saya sangat mendukung semua program ini, karena rohnya adalah sinergitas. Karena bicara sinergi, bicara kesamaan visi, tindakan, dan sama-sama mengalah supaya sama-sama untung. Jika sama-sama untung, Luwu bisa kita bangun,” pungkasnya. (*)
