Utarakannews.con, Parepare – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Haramain sukses mengawal dan membimbing jemaah haji asal Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelayanan ekstra diberikan oleh pihak KBIHU, terutama dalam mendampingi jemaah kategori lansia dan wanita selama menjalani seluruh prosesi ibadah.
Pimpinan KBIHU Al Haramain, H. Karlos Husain, mengungkapkan bahwa amanah dalam menjaga keselamatan dan kekhusyukan jemaah adalah prioritas utama. Pihaknya menerjunkan tim pembimbing yang secara khusus memantau pergerakan jemaah lansia agar tidak kelelahan atau terpisah dari rombongan.
“Fokus utama kami adalah bagaimana memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan sesuai syariat. Kami berkomitmen memberikan pengawalan penuh, utamanya bagi jemaah lansia dan wanita yang membutuhkan perhatian serta perlindungan lebih di lapangan,” ujar H. Karlos Husain, Jumat (19/6/2026).
Karlos menambahkan, dinamika di lapangan seperti kepadatan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berhasil dilalui dengan baik berkat kerja sama yang solid. Manajemen waktu dan rute pergerakan jemaah diatur sedemikian rupa agar ramah bagi lansia.
“Alhamdulillah, berkat kedisiplinan jemaah dan kesigapan tim, seluruh rangkaian ibadah haji untuk jemaah Kota Parepare dan Kloter 41 Upg secara umum berjalan dengan sukses, lancar, dan amanah. Tidak ada kendala berarti yang menghambat ibadah mereka,” imbuhnya.
Nasli Paris, salah seorang jemaah haji wanita asal Kota Parepare yang tergabung dalam kloter tersebut, mengaku sangat bersyukur atas dedikasi para pembimbing. Menurut Nasli, para petugas dari KBIHU tidak hanya memberikan bimbingan secara teori atau fiqih ibadah saja, melainkan juga bantuan fisik dan psikologis di tengah padatnya jutaan umat manusia di Masjidil Haram.
“Kami sangat bersyukur dan merasa aman beribadah karena bimbingan dari KBIHU Al Haramain luar biasa sabar. Mulai dari masa manasik di tanah air hingga pelaksanaan rukun haji di sana, semua diarahkan dengan sangat jelas,” kata Nasli
Nasli menekankan bahwa perhatian lebih yang diberikan kepada jemaah wanita dan lansia membuat mental jemaah menjadi lebih tenang selama beribadah.
“Kami yang wanita dan lansia ini benar-benar didampingi secara melekat. Saat tawaf atau sai yang padat sekali, pembimbing selalu menjaga di sekeliling kami dan memastikan keselamatan kami. Pelayanannya betul-betul amanah,” tutur Nasli.
Saat ini, seluruh jemaah haji yang berada di bawah naungan KBIHU Al Haramain dan Kloter 41 UPG masih berada di Makkah. Mereka dijadwalkan akan segera bertolak ke Madinah pada 21 Juni dan kembali ke tanah akhir pada 30 Juni 2026.
