Bupati Sidrap Ajak Tim SDGs Cek Langsung Listrik Masuk Sawah di Takkalasi-Tanete

bupati sidrap

Utarakannnews.com, Sidrap – Program Listrik Masuk Sawah (LMS) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tidak hanya dipaparkan di hadapan tim penilai Indonesia SDGs Action Award 2026, tetapi juga dibuktikan langsung melalui kunjungan lapangan.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mendampingi tim meninjau lokasi program di Desa Takkalasi dan Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Jumat (6/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari verifikasi lapangan untuk melihat pelaksanaan, manfaat, dan keberlanjutan program unggulan Sidrap yang berhasil masuk lima besar nasional.

Bersama Bupati, tim penilai meninjau lokasi Listrik Masuk Sawah, sumur bor, jaringan listrik pertanian, serta berdialog dengan petani yang merasakan langsung manfaat program tersebut.

Di Desa Tanete, Syaharuddin menunjukkan sumur bor yang telah teraliri listrik dan dimanfaatkan untuk mengairi sawah tadah hujan. Lahan yang sebelumnya bergantung pada curah hujan kini memiliki sumber air untuk mendukung peningkatan intensitas tanam. Pengolahan lahan juga dilakukan menggunakan rotavator.

Syaharuddin mengatakan, masuknya Sidrap dalam lima besar merupakan kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Ia menjelaskan, dari 149 daerah yang mengikuti proses seleksi, Sidrap menjadi salah satu daerah dari kawasan Indonesia Timur yang berhasil melaju ke tahapan penilaian. Menurutnya, penilaian tidak semata-mata melihat daerah, tetapi lebih pada manfaat dan keberlanjutan program yang dijalankan.

“Ini bukan sekadar lomba. Yang dilihat adalah program dan manfaatnya bagi masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa Listrik Masuk Sawah benar-benar memberikan perubahan bagi petani,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN atas dukungannya dalam penyediaan jaringan listrik untuk kawasan pertanian.

Menurutnya, dari sekitar 18.000 hektare lahan sawah tadah hujan, kurang lebih 14.000 hektare telah tertangani, sementara sekitar 4.000 hektare lainnya masih membutuhkan penanganan.

“Pantang pulang sebelum menyala. Itu yang menjadi semangat kita dalam menjalankan program Listrik Masuk Sawah. Memang masih ada yang berproses, tetapi kita ingin seluruh kebutuhan petani bisa terpenuhi secara bertahap,” tegasnya.

Syaharuddin menambahkan, pemerintah daerah juga terus menangani infrastruktur jalan. Dari total 554 kilometer jalan rusak pada 2024, sepanjang 244 kilometer telah diperbaiki dalam dua tahun terakhir.

Di lokasi kunjungan, manfaat program turut disampaikan langsung oleh petani. Salah seorang petani mengaku bersyukur karena keberadaan Listrik Masuk Sawah memungkinkan mereka meningkatkan frekuensi tanam.

“Terima kasih, Pak Bupati. Dulu kalau kemarau sawah kami kering dan tidak bisa menanam. Sekarang sudah ada Listrik Masuk Sawah, kami bisa tanam tiga kali setahun. Pendapatan kami juga meningkat,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan peningkatan kesejahteraan keluarganya setelah penerapan indeks pertanaman (IP) 300. Bahkan, hasil pertanian tersebut telah membantunya membeli mobil Avanza.

Sementara itu, perwakilan tim penilai menyampaikan apresiasi kepada Bupati, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program Listrik Masuk Sawah.

Ia menyebutkan, program yang mulai diinisiasi pada 2023 tersebut terus berlanjut hingga tahap implementasi pada 2024 dan 2025. Hingga saat ini, sekitar 6.000 sumur bor telah terealisasi dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas serta perekonomian masyarakat.

Tim penilai selanjutnya akan mencermati hasil pelaksanaan program, termasuk dampak yang dirasakan masyarakat dan bentuk kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutannya.

Usai peninjauan, Bupati bersama rombongan juga mengikuti kegiatan panen semangka dan kacang tanah di lokasi tersebut.

Turut mendampingi Bupati, anggota DPRD Faisal dan Andi Sugiarno Bahri, Kepala Bapperida Herwin, Kadis TPHPKP Ibrahim, Kadis Pemdes PPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Kepala Pelaksana BPBD Patriadi, Kadisnakkan Ahmad Dollah, Kadis Koperasi UKM Nakertrans Adli Lukman, Kepala BKAD Sunandar, Kepala BKPSDM Andi Bustanil, Plt. Kepala Satpol PP Andi Gustianti, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sirajuddin.

Hadir pula sejumlah kepala bagian Setda, Sekretaris Dinas Kominfo, Camat Maritengngae Firman, kepala desa setempat, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, dan undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *