Utarakanews.com, Polewali Mandar – Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga merayakan Milad ke-11 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (19/8/2026) kemarin.
Mengusung tema “Small Start, Big Impact”, peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan lembaga sejak dirintis pada 2015 lalu.
Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar pesantren, wali santri, alumni, hingga jajaran pemerintah setempat.
Kepala Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Sulbar, Muhammad Dinar Faisal, turut hadir dan memberikan apresiasinya.
Ia menilai perkembangan Al-Risalah sangat pesat meskipun usianya tergolong masih muda.
“Perkembangan Al-Risalah menunjukkan dinamika luar biasa meski usianya masih tergolong muda,” ujar Muhammad Dinar Faisal.
Menurutnya, tak banyak pesantren muda yang mampu menggelar milad sekreatif dan sekuat ini dalam mengonsolidasi kelembagaan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al-Risalah Batetangnga, Muhammad Ali Rusdi Bedong, menyebut kemajuan pesantren merupakan hasil kerja bersama.
“Perkembangan pesantren selama sebelas tahun bukanlah hasil kerja satu atau dua orang. Di balik pertumbuhan Al-Risalah, terdapat kontribusi banyak pihak,” kata Ali Rusdi.
Senada dengan hal itu, Pembina sekaligus Pendiri Ponpes Al-Risalah, Muhdin Bedong, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para wali santri.
“Terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga selama sebelas tahun perjalanan ini,” tutur Muhdin.
Dalam perayaan ini, pihak pesantren juga menggelar penganugerahan Risalah Achievement Awards 2026.
Penghargaan diberikan kepada orang tua santri loyal, alumni berprestasi seperti Mutiara Mudir, hingga sekolah-sekolah mitra.
Polsek Binuang, Puskesmas Binuang, serta sejumlah desa dan kelurahan setempat juga menerima penghargaan atas kontribusi mereka mendukung pesantren.
Acara ini dirangkaikan pula dengan pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Al-Risalah Batetangnga (IKARIBAT) yang diketuai oleh Junaidi.
Peringatan milad ditutup dengan beragam atraksi dan seni dari para santri, mulai dari hadroh, tari Melayu, drama, hingga pemutaran film pendek.
