Utarakannews.com, Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi pengelolaan sampah plastik di UPTD SDN 36 Tangaparang, Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengajak ratusan siswa sekolah dasar untuk mengolah limbah anorganik menjadi botol ramah lingkungan atau ecobrick.
Program kerja ini dihadirkan sebagai upaya menekan volume limbah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Selain itu, aksi ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Penanggung jawab program menjelaskan bahwa pembuatan ecobrick merupakan salah satu solusi praktis yang mudah diterapkan masyarakat untuk mengatasi penumpukan sampah plastik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami bahaya sampah plastik, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan mengelola sampah dengan baik,” ujar penanggung jawab program KKN Unhas di Maros.
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan harus dimulai sejak dari bangku sekolah dasar agar menjadi kebiasaan hingga dewasa.
“Ecobrick menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak dini untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” kata dia.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Mereka diajak langsung memilah sampah plastik bekas yang sudah bersih dan kering, memotongnya, lalu memadatkannya ke dalam botol plastik hingga menjadi padat dan kokoh.
Pihak UPTD SDN 36 Tangaparang memberikan apresiasi tinggi terhadap program KKN tersebut. Pihak sekolah menilai kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang nyata, aplikatif, dan menyenangkan bagi murid-murid.
Melalui aksi edukatif ini, mahasiswa KKN Unhas berharap para siswa SDN 36 Tangaparang dapat menjadi agen perubahan dan pelopor kebersihan lingkungan, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal masing-masing.
