Sistem E-Money di Pelabuhan Parepare Dipuji Warga, Dinilai Efektif Tutup Celah Pungli

e-money

Utarakannews.com, Parepare – Penerapan sistem pembayaran non-tunai atau cashless menggunakan kartu uang elektronik e-money di Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai dirasakan manfaatnya. Sistem ini dinilai ampuh menekan potensi praktik pungutan liar (pungli) pada pembayaran pas masuk pelabuhan.

Sistem tapping kartu di pintu gerbang atau gate membuat transaksi kini jauh lebih transparan. Interaksi menggunakan uang tunai antara petugas dan pengguna jasa pun sudah tidak ada lagi.

“Dengan sistem e-money, setiap rupiah yang dibayarkan oleh pengguna jasa pelabuhan langsung masuk ke sistem keuangan secara akurat sesuai tarif resmi,” kata Direktur Penyedia Jasa E-Money, Nurul kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).

Nurul menjelaskan, sistem digital ini menutup rapat celah manipulasi harga yang rawan terjadi pada transaksi tunai. Ia pun mengapresiasi komitmen Pelindo yang berani melakukan perobahan besar demi transparansi pelayanan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah tegas dan komitmen jajaran Pelindo Pelabuhan Parepare yang menginisiasi sistem ini. Langkah modernisasi dari Pelindo ini adalah bentuk nyata keterbukaan publik dan keseriusan dalam memberantas pungli di area pelabuhan,” tegasnya.

Selain membersihkan pelabuhan dari praktik pungli, Nurul mengklaim sistem cashless ini memotong waktu antrean kendaraan secara signifikan. Pengguna jasa tidak perlu lagi menunggu uang kembalian dari petugas.

“Proses tapping kartu hanya membutuhkan waktu hitungan detik. Ini sangat membantu menghindari penumpukan kendaraan di pintu masuk, terutama saat masuk musim mudik atau jam sibuk,” tutur Nurul.

Pihak penyedia jasa bersama stakeholder pelabuhan berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat terkait digitalisasi ini. Nurul meminta masyarakat ikut mendukung sistem baru ini dengan menyiapkan saldo yang cukup sebelum masuk pelabuhan.

“Peralihan ke cashless ini adalah langkah maju untuk mewujudkan kawasan Pelabuhan Parepare yang bersih, modern, dan bebas pungli. Kami mengajak seluruh pengguna jasa untuk mendukung digitalisasi ini dengan selalu memastikan saldo kartu mereka terisi melalui kanal resmi,” pungkasnya.

Manfaat nyata dari perubahan sistem ini diakui langsung oleh para pengguna jasa pelabuhan. Salah seorang warga, Herul, mengaku sangat terbantu karena proses masuk pelabuhan kini menjadi jauh lebih praktis dan transparan.

“Sangat bagus sekarang, pak. Dulu kalau pakai uang tunai kadang antre lama karena masalah uang kembalian, sekarang tinggal tempel kartu langsung masuk. Jauh lebih bersih juga, tidak ada lagi oknum yang minta lebih,” ujar Herul saat ditemui di lokasi.

Hal senada diungkapkan oleh Rudi, warga lainnya yang kerap menggunakan fasilitas pelabuhan. Menurutnya, keberadaan loket top up sistem e-money di dekat pintu gerbang juga mempermudah layanan.

“Sebagai warga yang sering ke pelabuhan, saya puji sistem baru ini. Antrean kendaraan jadi lebih lancar, tidak menumpuk lagi di pintu masuk. Apalagi sudah ada mi juga loketnya kalau mau isi saldo atau top up,” puji Rudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *