Utarakannews.com, Parepare – Di halaman Markas Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), yang biasanya ramai dengan lalu lintas pengamanan dan logistik, siang itu suasana berubah. Bukan lagi deru kendaraan atau riuh bongkar muat, melainkan lantunan doa dan khidmatnya sebuah permulaan.
Pukul 13.45 Wita, selepas salat Jumat, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda, S.I.K., M.H, didampingi jajaran Pejabat Utama dan tokoh-tokoh penting, memimpin langsung momen yang sarat makna: Peletakan Batu Pertama Mushollah Nur Qolbby.
Nama musala itu, “Nur Qolbby”-Cahaya Hati-seakan menjadi simbol niat suci yang melandasi proyek ini. Bukan sekadar bangunan, melainkan representasi dari keinginan besar Polri untuk mempertebal keimanan personelnya dan semakin merangkul masyarakat sekitar pelabuhan dengan sentuhan religius.
Dalam sambutannya, Kapolres Indra Waspada Yuda tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kapolsek KPN, IPTU Suardi, S.E., yang menggagas pembangunan sarana ibadah ini.
“Inisiatif Kapolsek KPN membangun sarana ibadah merupakan langkah mulia untuk mempertebal keimanan personel dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik,” ujar Kapolres Indra dengan nada penuh ketulusan.
Ia menekankan, Mushollah Nur Qolbby ini bukan hanya untuk kebutuhan internal. Lebih dari itu, ia adalah bentuk kehadiran Polri yang religius dan humanis di tengah hiruk pikuk kawasan pelabuhan. Di mata Kapolres, rumah ibadah ini diharapkan menjadi oase spiritual, tempat para personel dan masyarakat dapat menenangkan hati dari padatnya tugas dan kehidupan.
Turut hadir dalam momen kebersamaan ini Wakapolres Parepare KOMPOL Saharuddin L, Kepala Kesbangpol Kota Parepare Ustaz Sodiq Asli Umar, perwakilan KSOP, Pelindo, dan Karantina, hingga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa pembangunan Nur Qolbby adalah proyek kolektif yang menyatukan seluruh stakeholder kawasan.
Di balik nama yang indah, Kapolsek KPN IPTU Suardi, S.E., menjelaskan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi tanda dimulainya pembangunan secara simbolis yang membawa misi besar.
“Kami ingin mushollah ini menjadi sarana ibadah yang nyaman bagi seluruh personel dan masyarakat sekitar. Pembangunan ini juga kami maknai sebagai bentuk rasa syukur serta upaya mewujudkan pahala jariyah bagi semua yang terlibat,” jelas IPTU Suardi.
Ia berharap, Nur Qolbby akan menjadi wadah baru untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan nilai keagamaan, tidak hanya bagi anggota Polsek, tetapi juga bagi semua pihak yang beraktivitas di pelabuhan. Dari tempat inilah, menurutnya, soliditas antar instansi dan masyarakat akan semakin kokoh.
Rangkaian acara yang diawali dengan laporan panitia oleh Kanit Reskrim Polsek KPN IPDA Fahrul Nurdin, S.H ini memuncak pada momen peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Kapolres, diikuti para hadirin. Ditutup dengan lantunan doa penuh khidmat oleh Ustaz Sodiq Asli Umar, seluruh prosesi berakhir pukul 14.30 Wita, menyisakan rasa aman, tertib, dan penuh kedamaian.
Mushollah Nur Qolbby, yang terletak di tepi laut Parepare, kini mulai dibangun. Ia berdiri sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan—sebuah catalyst sosial yang diharapkan dapat mempererat hubungan antarinstansi dan masyarakat, serta mencerminkan semangat Polri dalam meningkatkan nilai-nilai religiusitas.
“Semoga dengan berdirinya Mushollah Nur Qolbby ini, kita semua semakin dekat dengan Allah SWT dan semakin solid dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Kapolsek KPN.
Sinar senja Parepare sore itu seolah menjadi saksi, bahwa di balik seragam dan tugas negara, ada hati yang mencari cahaya, yang kini mulai dibangun wujud fisiknya di Markas Polsek KPN.
