PMII Parepare Siapkan Pelatihan Riset-Workshop Digital Isi Harlah ke-66

pmii parepare

Utarakannews.com, Parepare – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyiapkan serangkaian kegiatan besar untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66. Selain pelatihan riset, PMII Parepare juga bakal menggelar aksi sosial hingga workshop digital.

Rangkaian kegiatan tersebut rencananya akan dipusatkan di Kota Parepare selama empat hari, mulai tanggal 26 hingga 29 April 2026 mendatang. Ada lima agenda utama yang telah disusun oleh pihak panitia untuk mengisi momentum milad organisasi tersebut.

Ketua Cabang PC PMII Parepare, Agung, mengungkapkan bahwa perayaan Harlah tahun ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek, mulai dari pengabdian masyarakat hingga penguatan internal organisasi.

“Dalam rangka menyambut Harlah ke-66, kami akan menggelar pelatihan riset dan advokasi sebagai bekal utama bagi kader. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah perjuangan PMII ke depan tidak hanya berdasar pada semangat oratoris, tapi juga berpijak pada data riset yang kuat dan metodologi yang jelas,” kata Agung, Kamis (9/4/2026).

Agung menjelaskan, selain fokus pada penguatan intelektual, PMII Parepare juga ingin hadir langsung memberikan manfaat bagi warga sekitar melalui aksi kemanusiaan.

“Pelatihan ini akan menjadi ruang bagi kader untuk mengasah ketajaman analisis. Target kami, setelah kegiatan ini selesai, PC PMII Parepare memiliki tim advokasi yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai kebijakan publik yang dinilai kurang berpihak pada rakyat,” tambahnya.

Tak hanya itu, Agung memaparkan rincian agenda lain yang bakal dilaksanakan secara paralel selama empat hari tersebut:

1. Cek Kesehatan Gratis: Sebagai bentuk bakti sosial kepada masyarakat Parepare.

2. Workshop Digitalisasi: Upaya membekali kader agar adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi di tahun 2026.

3. Diskusi Publik: Membedah isu-isu strategis daerah dengan menghadirkan berbagai tokoh dan pakar.

4. Pelatihan Riset dan Advokasi: Agenda inti untuk mencetak kader yang ahli dalam analisis data dan pendampingan warga.

“Dunia hari ini menuntut kita untuk melek digital dan data. Lewat workshop digitalisasi dan diskusi publik, kami ingin kader PMII menjadi aktor intelektual yang mengisi ruang-ruang kebijakan. Sementara melalui cek kesehatan gratis, kami ingin menegaskan bahwa PMII selalu ada dan dekat dengan urusan rakyat bawah,” pungkasnya.

Saat ini, persiapan teknis terus dimatangkan oleh panitia pelaksana. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum refleksi besar bagi seluruh kader PMII di Parepare untuk meningkatkan kualitas gerakan di usia organisasi yang ke-66 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *