Utarakannews.com, Parepare – Gemerlap lampu Singapore Hall 5 Exhibition menjadi saksi bisu perjuangan para talent muda Indonesia yang melangkah mantap di panggung internasional. Di antara deretan finalis dari berbagai negara tetangga hingga provinsi di Tanah Air, nama AJT Production bergema sebagai simbol kerja keras, disiplin, dan mimpi yang diperjuangkan tanpa lelah.
Ajang bergengsi Wedding Expo Exhibition Singapore 2026 yang diselenggarakan oleh Mega Xpress International Pte Ltd bersama IPKAI, pada (9/1/ 2026), bukan sekadar kompetisi modelling. Bagi para talent AJT Production, ajang ini adalah pembuktian bahwa mimpi besar bisa lahir dari daerah, tumbuh lewat latihan, dan bersinar di panggung dunia.
Perjalanan para talent AJT Production tidak instan. Di balik gaun elegan dan langkah anggun di atas runway, ada keringat, air mata, serta doa yang tak pernah putus.
Prestasi demi prestasi pun berhasil diraih. Alifah Ainun Qalby dari Kabupaten Barru tampil penuh percaya diri hingga dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori B. Sementara itu, Armaysa asal Sidenreng Rappang (Sidrap) bukan hanya meraih Juara 2, tetapi juga dipercaya sebagai Icon Model Runway of Singapore 2026, sebuah pengakuan atas karisma dan profesionalismenya di atas panggung.
Di kategori remaja, semangat muda terpancar dari Fira Adeliah asal Kota Parepare. Dengan ketenangan dan teknik yang matang, ia berhasil mengamankan Juara 2 Kategori C, membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk bersaing di level internasional.
Sementara itu, sorotan utama tertuju pada Sesya Afriza dari Polewali Mandar (Polman). Langkahnya yang kuat dan ekspresi yang memikat mengantarkannya menjadi Juara 1 Kategori D, sekaligus menyabet gelar prestisius Icon Model of Singapore 2026.
Di balik keberhasilan para talent, berdiri sosok Hj. Ade Angraeni Arisandi, founder AJT Production yang tak pernah lelah membimbing.
Baginya, kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan hasil dari proses panjang membangun mental, karakter, dan profesionalisme. Ia mengapresiasi kegigihan para talent yang terus berlatih, jatuh, bangkit, dan berjuang bersama.
“Kami percaya setiap anak punya potensi besar. Tugas kami adalah mengasahnya, menguatkan mentalnya, dan membuka jalan agar mereka berani bermimpi lebih tinggi,” ungkap, mantan model senior itu, Minggu (11/1/2026).
Keberhasilan AJT Production di Singapore juga tak terlepas berkat dukungan Rumah Mode Tawang dan Alief Mueller Management, sekaligus menjadi pengingat bahwa bakat daerah memiliki daya saing global jika diberi ruang dan pembinaan yang tepat. Dari Barru, Sidrap, Parepare, hingga Polman, anak-anak bangsa membuktikan bahwa asal bukan batasan.
“Kami datang dengan perjuangan, usaha, serta doa. Alhamdulillah, kami bisa pulang membawa kemenangan. Terima kasih juga untuk Rumah Mode Tawang dan Alief Mueller Management,” ucap istri pembalap legend Parepare itu.
Dengan semangat dan komitmen yang terus dijaga, AJT Production menegaskan kesiapannya untuk melahirkan lebih banyak talenta berprestasi yang akan melangkah ke kompetisi nasional dan internasional berikutnya.
