Cegah Depresi-Stres, RS Ainun Habibie Parepare Luncurkan Inovasi Psikitech Diagnos

rs hasri ainun

Utarakannews.com, Parepare – Rumah Sakit (RS) dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare resmi menerapkan inovasi layanan kesehatan mental berbasis digital bernama Psikitech Diagnos. Aplikasi berbasis website ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat melakukan skrining dan diagnosis awal gangguan kesehatan mental.

Layanan digital ini memungkinkan masyarakat maupun pasien rawat jalan mendeteksi dini risiko kecemasan, depresi, stres, hingga potensi risiko bunuh diri. Proses deteksi mandiri tersebut dapat diakses secara praktis hanya dalam waktu 10 hingga 15 menit melalui ponsel pintar.

Inovasi tersebut digagas oleh dr. Junaidy Tahir bekerja sama dengan Tim Kesehatan Jiwa RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare. Program ini turut melibatkan jejaring lintas sektor seperti Dinas Kesehatan Kota Parepare, Puskesmas, hingga Departemen Psikiatri FK Unhas.

Penggagas inovasi, dr. Junaidy Tahir, membeberkan latar belakang utama di balik peluncuran aplikasi web skrining kesehatan mental tersebut di Kota Parepare. Menurutnya, tantangan utama saat ini berada pada tingginya angka kasus yang terlambat terdeteksi oleh petugas medis.

“Alasan inovasi ini dibuat karena tingginya kasus gangguan kesehatan mental yang tidak terdeteksi dini, stigma masyarakat untuk ke psikolog, serta keterbatasan tenaga psikolog klinis,” kata dr. Junaidy Tahir kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa tren masalah kesehatan jiwa di wilayah setempat memang terus menunjukkan kenaikan grafik dari waktu ke waktu. Hal tersebut terlihat jelas berdasarkan rekapan data kunjungan pasien yang masuk ke fasilitas rumah sakit.

“Data internal RS menunjukkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan psikosomatik dan kecemasan. Psikitech Diagnos hadir untuk memangkas waktu tunggu, mempermudah akses, dan mencegah keterlambatan rujukan. Tujuannya: ‘Deteksi Cepat, Penanganan Tepat, Mencegah Lebih Berat’,” lanjutnya.

dr. Junaidy kemudian memaparkan alur awal pelayanan saat pasien mendatangi fasilitas kesehatan untuk memanfaatkan fitur digital tersebut. Pasien diarahkan untuk melakukan pendaftaran serta pengisian instrumen kuesioner mandiri yang telah disediakan.

“Pasien melakukan registrasi dan atau scan QR Code Psikitech Diagnos di meja pendaftaran. Pasien mengisi kuesioner skrining tervalidasi seperti SRQ-20, DASS-21, dan PHQ-9,” terangnya.

Setelah instrumen kuesioner selesai diisi, sistem digital platform akan langsung mengolah data secara otomatis. Pemetaan tingkat risiko kondisi psikologis pasien akan langsung terbagi ke dalam beberapa indikator kategori warna.

“Sistem secara otomatis menganalisis hasil dan mengklasifikasikan tingkat risiko: hijau artinya sehat, kuning perlu konseling, dan merah perlu rujukan segera,” jelas dr. Junaidy.

Hasil pemeriksaan digital tersebut nantinya dapat dipantau langsung oleh petugas medis guna menentukan tindakan penanganan selanjutnya secara akurat. Seluruh rekam data medis pasien juga dijamin tersimpan aman dalam sistem pemantauan berkala rumah sakit.

“Hasil langsung dapat diakses oleh admin web untuk mengetahui rekapan hasil pemeriksaan. Semua data terekam di dashboard monitoring untuk evaluasi bulanan,” tambahnya.

Mengenai linimasa pelaksanaan, program inovatif ini sebenarnya telah melewati serangkaian tahap uji coba sebelum akhirnya dioperasikan secara penuh kepada publik. Pihak rumah sakit memastikan layanan ini siap diakses setiap hari kerja maupun dalam kegiatan luar gedung.

“Penerapan mulai diuji coba pada Oktober sampai Desember 2025 dan efektif berjalan penuh mulai Desember 2025 hingga Juni 2026. Layanan ini tersedia setiap hari kerja di jam poliklinik, serta melalui kunjungan komunitas yang membutuhkan layanan,” ungkapnya.

Pusat operasional utama dari platform digital ini difokuskan di area poli spesialis rumah sakit setempat. Meski demikian, jangkauan pemanfaatannya turut diperluas hingga ke berbagai fasilitas publik dan institusi pendidikan di sekitarnya.

“Pusat layanan berada di RS dr. Hasri Ainun Habibie Parepare, tepatnya di Poli Kesehatan Jiwa. Selain itu, layanan skrining Psikitech Diagnos juga dapat digunakan di Puskesmas, sekolah, kampus, di wilayah Kota Parepare dan sekitarnya,” sebut dr. Junaidy.

Di samping itu, sasaran penerima manfaat program ini dibuka seluas-luasnya untuk berbagai lapisan masyarakat tanpa batasan kelompok usia. Pihaknya juga menyiagakan tim pelaksana lapangan untuk menjangkau masyarakat secara masif.

“Sasaran utamanya adalah pasien rawat jalan serta masyarakat di semua kalangan usia yang datang ke fasilitas rawat jalan psikiatri RS dr Hasri Ainun Habibie Parepare. Pelaksana di lapangan dapat dilaksanakan oleh tim atau jejaring untuk melakukan skrining kesehatan mental secara massal,” pangkas dr. Junaidy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *