Utarakannews.com, Parepare – Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang ke-116 mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos menggunakan metode Takakura.
Edukasi dan demonstrasi ini digelar di Sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT).
Program kerja bertajuk “Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos dengan Metode Takakura” ini bertujuan mendorong warga mengolah sampah dapur secara mandiri.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai jenis sampah organik, manfaat pengomposan, serta pengenalan alat dan bahan metode Takakura.
Setelah sesi pemaparan, mahasiswa KKN mempraktikkan langsung tahapan pembuatan kompos di hadapan para anggota KWT.
“Demonstrasi dimulai dari persiapan wadah, pencacahan sampah organik, pencampuran bahan, hingga teknis pemeliharaan kompos,” terang Audy.
Para ibu anggota KWT terlihat antusias menyimak demonstrasi dan aktif mengajukan pertanyaan seputar kendala pengolahan sampah.
“Kalau sampahnya sudah banyak dan basah, bagaimana cara mengatasinya?” tanya salah seorang peserta KWT saat sesi tanya jawab.
Mahasiswa KKN memberikan solusi langsung untuk mengatasi masalah kelembapan pada wadah Takakura.
“Sampah yang terlalu basah dapat diseimbangkan dengan menambahkan bahan kering seperti daun kering atau bahan penyerap lainnya agar proses penguraian tetap berjalan baik,” jelas Audy.
Melalui kegiatan ini, anggota KWT diharapkan dapat menerapkan metode Takakura di rumah masing-masing demi mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan.
