Dukung SDGs, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Prinsip 3R Lewat Kerajinan Tutup Botol ke Pelajar SD di Parepare

Utarakannews.com, Parepare – Barang bekas yang dianggap tidak bernilai ternyata bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan daya jual.

Hal itulah yang diajarkan Salsabila Multazam, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), kepada siswa kelas VI SD Negeri 28 Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas tersebut menggelar edukasi pengelolaan sampah anorganik di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, pada Kamis (23/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Salsabila mengusung program pembuatan gantungan kunci dari bahan tutup botol plastik bekas.

Edukasi diawali dengan penyampaian materi mengenai jenis sampah anorganik, dampak buruknya terhadap lingkungan, serta penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab agar para siswa mudah memahami pentingnya memilah sampah sejak dini.

Setelah mendengarkan penjelasan materi, para siswa diajak langsung mempraktikkan cara membuat dan menghias gantungan kunci dari tutup botol bekas.

Melalui praktik ini, siswa belajar mengolah barang bekas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sederhana.

Salsabila mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar untuk membangun kesadaran dan kepedulian lingkungan pada diri anak-anak sejak usia sekolah.

“Kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dini. Melalui hal sederhana seperti memilah dan memanfaatkan sampah, siswa dapat belajar menjaga lingkungan,” ujar Salsabila di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, keterampilkan mengolah barang bekas juga melatih anak-anak untuk melihat peluang usaha dari barang yang dianggap tak berguna.

“Siswa dapat melihat peluang dari barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai,” kata Salsabila.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal pendidikan berkualitas, kota yang berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim.

Melalui edukasi ini, para siswa diharapkan terbiasa memilah sampah di kehidupan sehari-hari sekaligus mengasah kreativitas mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *