Ditulis oleh : Anastasia D’Ornay, Dosen Institut Sosial dan Bisnis Andi Sapada
Utarakannews.com, Parepare – Di tengah arus perubahan global yang semakin cepat dan persaingan dunia kerja yang kian ketat, kemampuan teknis atau hardskills saja tidak lagi cukup untuk menjamin keberhasilan seorang individu. Softskills dan kepemimpinan telah menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan nyata di masyarakat. Pelatihan Softskills dan Leadership yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX bagi mahasiswa Institut Andi Sapada tahun 2026 hadir sebagai respons konkret terhadap kebutuhan tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda pelatihan biasa, melainkan sebuah investasi berharga dalam pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan. LLDIKTI Wilayah IX memiliki peran yang sangat strategis dalam ekosistem pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur. Sebagai lembaga yang bertugas membina dan mengembangkan perguruan tinggi swasta di wilayahnya, LLDIKTI Wilayah IX tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan kelembagaan, tetapi juga aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia mahasiswa.
Melalui berbagai program pembinaan, termasuk pelatihan softskills dan leadership ini, LLDIKTI Wilayah IX membuktikan komitmennya dalam memastikan bahwa mahasiswa di kawasan timur Indonesia mendapatkan akses yang setara terhadap pengembangan diri berkualitas tinggi. Kehadiran lembaga ini sebagai penyelenggara pelatihan memberikan legitimasi dan bobot akademik yang kuat terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Substansi pelatihan softskills yang diberikan dalam kegiatan ini mencakup berbagai dimensi penting yang sangat dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Kemampuan berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tulisan, menjadi salah satu fokus utama yang dilatihkan kepada para peserta.
Selain itu, kemampuan bekerja sama dalam tim, mengelola konflik secara konstruktif, memecahkan masalah dengan pendekatan kreatif, serta beradaptasi terhadap perubahan juga menjadi bagian integral dari pelatihan ini. Semua kemampuan tersebut bukan hanya berguna dalam konteks profesional, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan bekal yang holistik dan komprehensif bagi mahasiswa Institut Andi Sapada untuk siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan pasca kampus. Yang menjadikan pelatihan ini semakin bermakna adalah pendekatan yang tidak melepaskan diri dari akar budaya lokal yang selama ini menjadi identitas Institut Andi Sapada.
Nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan tidak datang dari ruang hampa, melainkan diintegrasikan dengan semangat kebersamaan, budaya saling menghormati, dan tradisi gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari karakter masyarakat lokal. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa jiwa kepemimpinan yang sesungguhnya tumbuh dari kepekaan sosial, kejujuran, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Internalisasi nilai-nilai ini dalam konteks budaya lokal menjadikan proses pembelajaran lebih relevan, autentik, dan mudah diterima oleh para peserta pelatihan.
Dalam kerangka Tridarma Perguruan Tinggi, pelatihan softskills dan leadership ini sejalan dengan misi pendidikan Institut Andi Sapada dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Pendidikan sejati tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas melalui transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui pengalaman- pengalaman pembelajaran yang membentuk kepribadian dan cara pandang mahasiswa terhadap dunia. Pelatihan ini merupakan perwujudan nyata dari visi Institut Andi Sapada sebagai kampus yang berdampak, kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga individu yang siap menjadi pemimpin perubahan di lingkungannya masing-masing.
Dampak jangka panjang dari pelatihan ini terhadap ekosistem akademik dan sosial Institut Andi Sapada sangatlah signifikan. Mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan softskills dan leadership yang terstruktur akan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, kemampuan berpikir kritis yang lebih tajam, serta kapasitas kepemimpinan yang lebih matang. Mereka berpotensi menjadi pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, inovatif, dan mampu membawa perubahan positif diberbagai bidang, baik di dunia profesional, organisasi kemasyarakatan, maupun birokrasi pemerintahan.
Institut Andi Sapada dengan demikian tidak hanya berperan sebagai pencetak lulusan, tetapi juga sebagai kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan bangsa. Pada akhirnya, Pelatihan Softskills dan Leadership oleh LLDIKTI Wilayah IX ini adalah cerminan dari tekad bersama untuk terus meningkatkan kualitas mahasiswa Institut Andi Sapada agar mampu bersaing dan berkontribusi di level nasional maupun internasional. Setiap mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan ini memikul tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh dalam kehidupan nyata.
Generasi muda Institut Andi Sapada adalah generasi yang lahir dari perpaduan antara kearifan lokal dan semangat global, antara tradisi yang kuat dan inovasi yang tak pernah berhenti. Dengan karakter yang kokoh dan jiwa kepemimpinan yang terasah, mereka siap melangkah maju sebagai penerus bangsa yang tidak hanya bermimpi tentang perubahan, tetapi juga berani mewujudkannya. (*)
