Sentuhan Dingin sang Ibu dan Jejak Prestasi Muh Fahri di Panggung Sahabat Prestasi

Utarakannews.com, Makassar – Riuh tepuk tangan menggema di aula Hotel Clarion Makassar, pada Minggu (24/5/2026) malam. Di atas panggung yang gemerlap, seorang remaja dengan senyum merekah tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Hari itu, nama Muh Fahri Putra Kharisma disebut tidak hanya sekali, melainkan dua kali sebagai peraih takhta tertinggi.

Siswa SMP Negeri 1 Parepare ini baru saja menuntaskan sebuah perjalanan panjang. Bukan sekadar kompetisi biasa, Fahri berhasil memborong dua gelar bergengsi sekaligus yakni Juara 1 dan Winner Grand Star of the Year dalam ajang bakat nasional yang diinisiasi oleh Sahabat Prestasi Jakarta Indonesia.

Bagi Fahri, piala yang didekapnya malam itu adalah buah dari konsistensi yang ia rajut sejak kecil. Lahir di Makassar pada 19 September 2012, Fahri tumbuh menjadi sosok yang membuktikan bahwa prestasi akademik dan non-akademik bisa berjalan beriringan. Sebelum mengenakan seragam putih-biru di Kota Parepare, ia telah menempa pondasi karakternya di bangku SD Islam Athirah Kajaolalido Makassar.

Bakat seni dan mental panggungnya tentu tidak tumbuh di ruang hampa. Mengalir darah kreatif dari ibundanya, Hj. Ade Angraeni, yang merupakan sosok di balik layar founder AJT Production. Dari sang ibu, Fahri belajar tentang kerja keras dan bagaimana cara menaklukkan panggung dengan percaya diri.

Namun, jalan menuju podium nasional tidaklah instan. Kompetisi ini menyaring ribuan talenta terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia melalui audisi ketat. Fahri harus bersaing dengan perwakilan terbaik dari Sabang sampai Merauke sebelum akhirnya terpilih menjadi yang terbaik di malam puncak.

“Fahri menunjukkan rasa percaya diri dan kemampuan yang sangat menonjol sejak babak audisi provinsi. Gelar Grand Star of the Year ini sangat layak ia dapatkan atas kerja keras dan bakatnya yang luar biasa,” puji salah satu perwakilan juri malam itu.

Di balik sorot lampu panggung dan kilatan kamera, ada doa dan air mata haru seorang ibu. Bagi Hj. Ade Angraeni, melihat putranya berdiri di podium tertinggi adalah sebuah berkah yang luar biasa. Namun, sebagai orang tua, ia tetap menanamkan ilmu padi pada sang putra.

“Alhamdulillah, hasil hari ini adalah buah dari kerja keras Fahri. Sebagai orang tua, saya hanya bisa mendukung penuh minat dan bakat positifnya,” ungkap istri pembalap legend Parepare itu dengan mata berkaca-kaca.

“Semoga prestasi ini tidak membuatnya cepat puas, melainkan jadi cambuk untuk terus belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah, serta bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya di Parepare.” tambahnya.

Malam ini, Fahri tidak hanya membawa pulang dua piala besar ke Kota Parepare. Lebih dari itu, ia pulang membawa bukti nyata bahwa status sebagai putra daerah bukanlah batasan untuk mengukir prestasi setinggi langit di level nasional. Langkahnya baru saja dimulai, dan masa depan membentang luas di hadapan sang Grand Star.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *