Utarakannews.com, Parepare – Pebalap legend, Junaedi Tajuddin, berhasil membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Dalam ajang bergengsi Wali Kota Parepare Road Race, ia tampil memukau dengan menyabet dua gelar juara sekaligus. Junaedi yang mewakili tim Bento Andra Motor Zakir Racing Team sukses meraih podium tertinggi di kelas Bebek Standar 116 cc dan menempati posisi kedua di kelas Bebek Standar 125 cc.
Dikenal sebagai salah satu legenda balap motor di Sulawesi Selatan, penampilan Junaedi di lintasan sirkuit tidak pernah pudar. Meskipun para pesaingnya banyak yang berasal dari generasi muda, Junaedi dengan lihai menunjukkan pengalamannya yang sudah matang. Gaya balapnya yang tenang namun agresif membuatnya selalu menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar pencapaian pribadi bagi Junaedi, tetapi juga menjadi bukti solid dari kerja keras dan kekompakan tim Bento Andra Motor Zakir Racing Team. Dukungan penuh dari kru, mekanik, hingga manajer tim berperan besar dalam mempersiapkan motor yang prima dan andal sepanjang balapan.
Saat ditemui usai balapan, Junaedi didampingi sang istri dan buah hatinya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.
“Ini adalah hasil dari kerja keras bersama tim. Motor yang disiapkan sangat luar biasa, dan saya hanya berusaha memberikan yang terbaik di lintasan. Terima kasih kepada seluruh tim, sponsor, dan para pendukung yang selalu percaya kepada saya,” ujarnya dengan senyum lebar.
Sementara itu, Manajer Zakir Racing Team, juga mengungkapkan rasa bangganya. “Junaedi adalah pebalap yang sangat profesional dan selalu memberikan yang terbaik. Kemenangan ini adalah kado spesial bagi tim kami dan motivasi untuk terus berprestasi di ajang balap berikutnya,” ungkap Syafruddin Sjam.
Keberhasilan Junaedi Tajuddin ini menjadi inspirasi bagi banyak pebalap, khususnya generasi muda. Ia membuktikan bahwa dengan dedikasi, pengalaman, dan semangat pantang menyerah, seseorang dapat terus bersaing di level tertinggi, bahkan di usia yang tidak lagi muda.
Balap Wali Kota Parepare Road Race tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kecepatan, tetapi juga menjadi saksi bisu dari dominasi seorang legenda yang kembali mengukir sejarah di kampung halamannya sendiri.
